Banjir di RT 02 Bakung Jaya, Warga Merugi Akibat Kelalaian Developer

  

(Foto : Perumahan BCL Terendam Banjir /Doc. AN)

Trantib Bakung Jaya, Kota Jambi – Warga RT 02 Kelurahan Bakung Jaya menjadi korban banjir akibat buruknya sistem drainase yang dibangun oleh pengembang perumahan BCL. Hujan deras yang mengguyur pada Minggu (30/3) membuat rumah-rumah warga terendam, menambah daftar panjang penderitaan mereka akibat minimnya perhatian dari pihak developer.

Ketua RT 02 Bakung Jaya mengungkapkan bahwa pihaknya telah berulang kali berusaha mencari solusi dengan pengembang, namun respons yang diberikan selalu lambat. “Kami sudah beberapa kali melakukan pertemuan dengan pihak developer, bahkan ada surat perjanjian yang dibuat. Namun, mereka tidak memenuhi semua poin yang telah disepakati,” ujarnya.

(Foto : Surat Perjanjian yang telah di tandatangani/Doc. AN)

Dalam surat perjanjian yang ditandatangani pada Jumat, 7 Juli 2023, developer BCL yang dikelola oleh Ibu Fatimah berjanji untuk:

  1. Mengganti polongan di dua lokasi jalan masuk ke perumahan dengan box culvert.
  2. Mengecor jalan yang belum dicor di sekitar jalan utama.
  3. Berkoordinasi untuk menyiram aspal cair pada jalan lama serta melakukan perbaikan jika ada kerusakan.
  4. Membangun drainase dan embung dengan kualitas yang memadai.

Namun, hingga saat ini, janji-janji tersebut belum sepenuhnya direalisasikan. Akibatnya, warga harus menanggung dampak buruk berupa banjir yang terus berulang setiap hujan deras mengguyur wilayah mereka.

(Foto : Camat Paal Merah, M. Toyib, S.Ag saat meninjau ke lokasi / Doc. AN)

Camat Paal Merah, M. Toyib, S.Ag., menyayangkan sikap lamban pihak developer dalam menangani permasalahan ini. “Seharusnya, pengembang bertanggung jawab terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh proyek perumahannya. Kami akan terus menekan pihak developer agar segera menyelesaikan masalah ini,” tegasnya.

Warga berharap agar pihak pengembang segera menepati janji dan bertanggung jawab atas dampak yang mereka timbulkan. Mereka juga meminta pemerintah daerah turun tangan lebih tegas agar tidak ada lagi warga yang menjadi korban akibat kelalaian pihak pengembang.

Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih perumahan, serta bagi pengembang agar lebih memperhatikan dampak lingkungan sebelum membangun kawasan pemukiman. (RED/NSR/AO).

Posting Komentar

0 Komentar

Slider Parnert

Subscribe Text

Konsultasi Online & Berlangganan Informasi